Selamat Datang di Dinar Hidayah - Jakarta

Disini Anda dapat membeli koin Dinar Emas dan Dirham Perak, yang dicetak dan dikeluarkan secara resmi oleh PT. Aneka Tambang, Tbk (PT. ANTAM).

Satuan dinar dan dirham mengikuti standar yang ditentukan oleh Khalifah Umar Bin Khattab, dimana satuannya adalah :
1 Dinar = dibuat dari logam emas 22 karat seberat 4,25 gram.
1 Dirham = dibuat dari logam perak seberat 2.975 gram.


Berita Dinar : Investasi & Proteksi Nilai


Klik pada berita yang Anda inginkan di bawah ini :


Detail berita :

Alasan Fundamental Untuk Memilih Dinar…

Written by Muhaimin Iqbal
Thursday, 21 May 2009 08:35
US Debt

Mungkin karena banyaknya tulisan saya di situs ini sehingga sebagian pembaca malah bingung mengapa kita memilih Dinar untuk menjalankan tiga fungsi uang sekaligus yaitu sebagai store of value (proteksi nilai), unit of account (timbangan muamalah yang adil) dan ujungnya nanti dengan sendirinya akan menjadi medium of exchange (alat tukar) yang berlaku secara universal.

Alasan pertama tentu karena Dinar emas adalah uang yang digunakan oleh Rasulullah SAW tidak hanya untuk jual beli, tetapi juga untuk penerapan syariah itu sendiri.

Penentuan sikaya dan si miskin yang memiliki hak dan kewajiban berbeda – batasnya adalah nisab zakat yang diukur dengan 20 Dinar atau 200 Dirham.

Hukum potong tangan bagi pencuri menjadi tidak berlaku bila seorang mencuri karena lapar dan yang dicuri-pun hanya cukup untuk makan saat itu, batasannya adalah nisab pencuri ¼ Dinar.

Seorang pembunuh bisa dibebaskan dari hukum qisas (dibunuh) bila keluarga korban memaafkan dan si pembunuh bersedia membayar diyat atau uang darah yang besarannya 1000 Dinar.

Lantas bagaimana kita bisa tahu seseorang menjadi wajib zakat atau malah sebaliknya berhak menerima zakat kalau ukurannya yang berupa Dinar atau Dirham saja kita tidak mengenalnya ?. Tidak heran pula bisa jadi karena tidak mengenal syariah untuk menghakimi pencuri di beberapa daerah ada pencuri ayam atau pencuri jemuran yang dihakimi massa sampai meninggal, padahal bisa jadi dia hanya pencuri yang lapar – dimana justru orang kaya di daerah tersebutlah yang tidak menjalankan kewajibannya.

Inilah alasan pertama kita menghadirkan Dinar kembali ditengah kaum muslimin, agar ‘timbangan’ yang adil tersebut kembali dikenal oleh umat secara luas sehingga aturan syariah - bisa lebih mudah diterapkan.

Kemudian selain daripada itu, kita juga tahu fakta di dunia modern ini bahwa uang kertas tidak akan bertahan terlalu lama. Semua uang kertas yang ada di dunia modern ini, tidak ada satupun yang telah membuktikan dirinya bisa survive dalam seratus tahun saja. Bisa jadi nama uangnya masih ada, tetapi jelas daya belinya sangat jauh berbeda dalam rentang waktu tersebut.

Padahal disisi lain ada uang yang daya belinya terbukti tetap lebih dari 1400 tahun yaitu Dinar. Di jaman Rasulullah SAW 1 Dinar cukup untuk membeli kambing, saat inipun 1 Dinar bisa membeli kambing yang baik di Jakarta.

Bahwasanya masa depan uang kertas ini tidak bisa bertahan lama dapat diprediksi secara ilmiah dari grafik tersebut diatas. Selama ini uang kertas yang dianggap paling banyak dipakai adalah US$, maka uang US$ inilah yang kita jadikan contoh untuk menduga-duga masa depannya.

Ibarat keluarga yang pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya, setiap saat harus menambah hutang yang terus menumpuk – maka seperti apa masa depan keluarga tersebut ? mereka akan bangkrut.

Demikian pula Amerika dengan uang US$-nya, total national income mereka tahun lalu yang hanya sedikit diatas US$ 10 trilyun, pada tahun yang sama hutang negeri itu mencapai US$ 57 trilyun. Trend kenaikan hutang yang amat jauh melampaui kenaikan national income inilah yang akan mempercepat kebangkrutan mereka.

US$ Index

Grafik disamping yang menujukkan penurunan kekuatan US$ yang diukur dengan US$ Index sebulan terakhir – bisa jadi adalah gejala-gejala awal dari kebangkrutan tersebut.

Apa dampak dari kebangkrutan ini ?, ketika uang mereka kehilangan daya beli-nya maka benda apapun yang dibeli dengan uang tersebut akan menjulang nilainya. Para ekonom menyebutnya hal ini sebagai hiper inflasi.

Dengan mengikuti Sunah Nabi dalam hal mata uang, maka insyaallah kita-pun akan terlindung dari menjadi kurban hiper inflasi. Insyaallah…


Kembali ke atas





Sebagai Instrumen Investasi , Mana Lebih Baik : Emas Lantakan atau Dinar Emas ?

Written by Muhaimin Iqbal
Friday, 21 November 2008 23:18

Tepat seminggu sejak saya tampilkan harga emas real-time disamping harga Dinar real-time yang sudah lebih dahulu tampil; ada pro dan kontra dari penampilan ini.

Sebagiamana biasa yang pro tentu lebih banyak dari yang kontra; namun saya coba menjelaskan kepada yang kontra dengan penjelasan tambahan yang panjang lebar ini.

em1Argumen yang kontra adalah dikawatirkan penyajian harga emas real-time ini akan mengalihkan perhatian pembaca dari pengenalan dan penyebar luasan Dinar sebagai alat tukar yang adil; ke arah emas sebagai investasi semata.

Argumen saya untuk tetap menampilkan informasi yang insyaallah selalu up-todate dan akurat ini adalah karena transparansi informasi ini akan selalu baik dalam mendorong muamalah yang adil dengan kesetaraan informasi; kedua adalah pembaca blog ini tentu melihat isi blog ini secara menyeluruh – bukan hanya sajian tentang harga-harga ini.

Begitu banyak tulisan saya antara lain mengenai, harta yang seharusnya berputar , larangan menimbun dlsb. hendaklah juga dipandang menjadi satu kesatuan dari pesan yang ingin saya sampaikan.


Betul bahwa pengenalan Dinar sebagai alat muamalah/timbangan yang adil harus lebih diutamakan dari sekedar instrumen investasi dan alat untuk mengamankan hasil jerih payah kita dari kehancuran nilai. Meskipun demikian juga tidak salah apabila pembaca menggunakan blog ini – khususnya pada tampilan pergerakan harga - untuk rujukan investasi Emas dan Dinarnya.

em2Dalam kaitan dengan yang terakhir inilah (investasi) saya juga ingin mengingatkan pembaca untuk selalu ingat hak orang lain dalam harta kita – minimal dalam bentuk membayar zakat.

Kalau kita disiplin membayar zakat; otomatis dorongan untuk menimbun emas akan berkurang karena emas yang hanya ditimbun akan berkurang dari waktu ke waktu dipotong zakat. Belum lagi ancaman yang keras bagi penimbun harta, baik dalam bentuk emas maupun harta lainnya.

Betul zakat juga harus dibayar dari harta kita yang lain, termasuk Dinar yang di Qiradkan, saham, deposito dlsb. Zakat untuk harta benda orang modern zaman ini pernah saya tulis ketika saya mengenalkan Qirad ; namun harta yang berputar insyaallah akan cukup minimal mengimbangi zakat yang harus dibayar ini.

Investasi-investasi seperti saham, deposito dlsb. apabila dibandingkan dengan Dinar dan Emas lantakan akan langsung kehilangan daya tariknya karena hasil yang rendah dan tidak memiliki sifat proteksi nilai – lihat tulisan saya mengenai GeraiDinar’s Investment Guide .

Sementara itu kita juga akui bahwa investasi terbaik adalah investasi sektor riil, lihat tulisan saya tanggal 25 Desember 2007 yang menjelaskan bahwa Dinar hanya nomor dua setelah sektor riil.

Asumsinya dalam tulisan ini adalah kita belum bisa investasi di sektor riil sendiri, kemudian kita juga sudah tidak tertarik lagi dengan deposito, saham, reksa dana dan sejenisnya. Maka pilihan kita tinggal investasi emas lantakan atau Dinar ; dalam dua pilihan yang sama-sama baik dari sisi investasi ini, mana sekarang yang kita pilih ?.

Berikut saya berikan illustrasinya sehingga pembaca bisa menentukan pilihannya sendiri.

Ambil contoh kasus imaginer pada awal tahun 2000, Pak Fulan memiliki uang Rp 53, 650,241. Separuh dibelikan Dinar pada harga saat itu tepat mendapatkan 100 Dinar; separuh lagi dibelikan emas lantakan pada harga saat itu juga mendapatkan 428.54 gram.

100 Dinar yang dibeli Fulan tersebut di Qiradkan (asumsinya saat itu sudah ada Qirad),
sedangkan emas lantakan 428.54 gram disimpan saja karena emas lantakan sampai sekarang-pun belum bisa diQiradkan.

Untuk membantu melihat lebih detil perbandingan ini, maka statistik harga Dinar dan emas sejak tahun 2000 sampai 2008 ini disajikan dalam tabel disamping.

em3Karena Pak Fulan yang sholeh ini taat pada syariat agama ini, maka baik Dinar yang di qiradkan maupun emas yang disimpannya dia bayar terus zakatnya setiap tahun. Pak Fulan membayar setiap bulan Desember sebesar 2.58% dari emas dan Dinarnya (karena tahun Syamsiah 365 hari sedangkan tahun Qomariah 354 hari rata-rata, maka zakat yang dibayar pada hitungan tahun syamsiah adalah 2.5% x 365/354= 2.58%).

Apa yang terjadi setelah lebih dari delapan tahun berlalu ?.

Kita lihat grafik disamping. Emas yang semula 428.54 gram dan disimpan saja sejak tahun 2000, kini emas tersebut tinggal 338.71 gram setelah setiap tahun dibayar zakatnya 2.58%.

Sementara itu 100 Dinar yang di qiradkan (asumsi hasilnya 4 % per tahun atau Dinar berputar sekali dalam tiga bulan dengan bagi hasil 1 % setiap putaran), saat ini telah menjadi 113.53 Dinar – setelah dibayari zakatnya 2.58% per tahun.

Hasilnya akan lebih baik lagi apabila Dinar yang diQiradkan bisa berputar sekali dalam dua bulan atau memberikan hasil 6% per tahun. Apabila ini yang dicapai maka 100 Dinar Pak Fulan akan menjadi 135.34 Dinar saat ini setelah dibayari zakatnya 2.58% per tahun.

Inilah pentingnya Dinar harus bisa berputar, memang Qirad saat ini baru terbatas pada Qirad untuk pembiayaan pencetakan Dinar yang akan disebar luaskan ke masyarakat. namun insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama Qirad juga akan diarahkan untuk sektor riil yang insyaallah bisa memberikan hasil yang lebih baik.

Karena nilai emas/Dinar yang terus naik sepanjang 8 tahun terakhir, maka meskipun emas Pak Fulan turun jumlahnya setelah dikurangi zakat – nilainya dalam Rupiah tetap masih terus naik – hanya tidak sebaik kenaikan Dinar yang diqiradkan – lihat grafik disamping sebagai ilustrasi.

Jadi meskipun dari kacamata uang kertas emas dan Dinar sama-sama baik untuk investasi sejauh terus dibayari zakatnya; namun perlu diingat bahwa kalau kita hanya berinvestasi dalam bentuk emas yang disimpan saja – maka sesungguhnya emas tersebut (dari kacamata yang baku emas/Dinar) berkurang terus jumlahnya setiap tahun setelah dikurangi dengan zakatnya (asumsinya lagi emas tersebut masih melebihi nishab emas 20 Dinar atau 85 gram; setelah lebih kecil dari nishab baru berhenti berkurang).

Dari permasalahan inilah bentuk-bentuk investasi riil yang bisa dilakukan dengan emas dan Dinar harus digalakkan terus menerus. Qirad hanyalah awalnya, Program Emas Produktif , Muzaraah dan berbagai instrumen investasi yang adil berbasis emas dan Dinar insyaallah akan terus kita hasilkan. Amin.



Kembali ke atas



Dinar Untuk Perencanaan Haji : Lebih Murah, Lebih Nyaman

Written by Muhaimin Iqbal
Saturday, 14 February 2009 06:11

Ibadah haji dari waktu ke waktu punya tantangannya sendiri, tidak mudah, berat dan mahal.

Bila pada zaman kakek nenek dahulu tantangannya adalah transport yang bisa memakan waktu berbulan-bulan dan ketidak amanan dalam perjalanannya; saat ini transport banyak dan cepat – namun Anda belum tentu bisa melaksanakan ibadah haji pada waktu yang Anda rencanakan.

Kemudahan dan kecepatan transportasi haji ini ternyata menimbulkan masalah baru, yaitu membludaknya umat muslimin dunia yang (ingin) melaksanakan haji setiap tahunnya. Dampaknya bisa diduga, yaitu keterbatasan daya tampung jamaah haji di Mekah, Arafah, Mina dan juga Madinah.

Karena keterbatasan daya tampung inilah yang menjadikan setiap Negara di jatah (Quota) jumlah orang yang bisa pergi haji setiap tahunnya. Jadi kalu toh Anda berniat pergi haji sekarang, belum tentu Anda memperoleh kesempatan pada bulan haji yang akan datang - bisa jadi kesempatan Anda baru datang 3 – 5 tahun yang akan datang.

Karena kesempatan haji Anda yang mungkin masih beberapa tahun yang Akan datang ini, maka berapa dana yang akan Anda siapkan agar pada waktu kesempatan itu datang – dana Anda benar-benar cukup ? Inilah masalahnya.

Komponen biaya haji yang utama adalah mata uang asing yaitu US$ untuk tiket pesawatnya dan Saudi Riyal untuk biaya hidup selama di sana. Karena uang kita Rupiah, maka perencanaan ibadah haji menggunakan uang Rupiah mempunyai setidaknya dua ketidak pastian – yaitu faktor inflasi dan faktor nilai tukar.

Karena dua faktor inilah maka biaya ibadah haji kita dalam Rupiah memiliki kecenderungan meningkat dari tahun ketahun. Apalagi pada tahun dimana Rupiah mengalamai penurunan nilai yang tajam terhadap US Dollar dan Riyal seperti tahun ini, kenaikan biaya haji dalam Rupiah bisa sangat significant.

Namun Anda tidak perlu kawatir sekarang; berdasarkan statistik 10 tahun terakhir, biaya haji dalam Dinar ternyata terus menerus mengalami penurunan. Bila ONH biasa tahun 2000 sekitar 70 Dinar, maka tahun ini hanya sekitar 21 Dinar saja atau mengalami penurunan rata-rata 12% per tahun.

Apabila trend ini terus berlanjut, Anda bisa pergi haji hanya dengan 10 Dinar saja pada tahun 2015 – atau ONH plus hanya dengan sekitar 20 Dinar saja.

Jadi dengan Dinar - mata uang emas yang daya belinya tidak pernah rusak oleh inflasi maupun faktor nilai tukar, perencanaan haji Anda menjadi jauh lebih aman.

Ambil contoh misalnya kalau Anda mau mulai serius merencakan haji Anda dalam rentang 5 tahun yang akan datang, maka relatif aman bila untuk ONH biasa Anda cadangkan 20 Dinar saja. Artinya kalau Anda tabung 1 Dinar per bulan saja, insyaallah nggak sampai 2 tahun dana untuk membayar ONH sudah akan cukup.

Sangat bisa jadi 20 Dinar yang Anda kumpulkan tersebut pada waktunya lebih dari cukup untuk membayar ONH biasa – bila kesempatan datang 3 – 6 tahun yang akan datang. Dalam hal ini Anda bisa meng-upgrade ONH Anda menjadi ONH plus.

Jadi bila Anda rencanakan ibadah haji Anda dengan Dinar; selain kecukupan dana lebih terjamin, juga sangat berpeluang Anda dapat meng-upgrade perjalanan haji Anda dengan yang lebih nyaman ONH plus.

Insyaallah kami daeri GeraiDinar.Com akan mulai bicara intensif dengan para penyelenggara perjalanan haji ini – khususnya ONH plus, untuk mulai menawarkan kerjasama perencanaan haji dengan berbasis Dinar.

Mudah-mudahan Allah memudahkan rencana ini.

Last Updated on Saturday, 14 February 2009 06:26
Kembali ke atas



Gold Dinar Payment System : M-Dinar dan Peluang yang Hadir Bersamanya
Written by Muhaimin Iqbal
Sunday, 11 January 2009 16:56
peluang

Waktu serasa tidak pernah cukup di GeraiDinar.Com; sangat banyak yang ingin dikerjakan dan sangat sedikit waktu yang tersedia.

Namun alhamdulillah kami di GD berhasil menyelesaikan proyek-demi proyek yang insyaallah bermanfaat bagi umat satu per satu. Terakhir yang boleh dibilang selesai adalah proyek M-Dinar yang sudah saya singgung juga pekan lalu - tentu tetap perlu penyempurnaan terus menerus dari waktu ke waktu..

Kalau Anda hari-hari ini mengakses www.m-dinar.com dari Handphone Anda, Anda akan melihat ada menu M-Account. Menu ini sudah berfungsi, namun kalau Anda belum memiliki M-Account tentu belum bisa menggunakannya. Cara memperoleh M-Account ini dapat dilihat langsung di menu Full Web di situs yang sama.

M-Dinar intinya adalah sebuah System Pembayaran Berbasis Dinar Emas atau Gold Dinar Payment System. M-Dinar ini menjadi sangat strategis karena insyaallah akan dapat melengkapi implementasi penggunaan Dinar di masyarakat secara pratktis.

Kita tahu bahwa dua dari tiga fungsi uang, yaitu sebagi Store of Value dan sebagai Unit of Account Alhamdulillah telah menyebar luas di masyarakat antara lain melalui GeraiDinar dan agen-agennya. Nah sekarang giliran fungsi ketiganya yaitu sebagai Alat Tukar atau Medium of Exchange yang akan diperankan oleh M-Dinar.

Bertransaksi dengan Dinar secara fisik di zaman ini memang kurang praktis, karena selain membawa-bawa koin emas tidak semudah membawa uang kertas , juga karena uang Dinar Emas memiliki nilai nominal yang tinggi sehingga tidak mudah untuk belanja barang-barang yang bernilai kecil.

Disisi lain ada benda modern yang saat ini selalu dibawa oleh manusia zaman ini -hampir oleh seluruh tingkatan sosial – yaitu hand phone atau mobile phone. Teknologi mobile phone juga semakin maju sehingga internet berkecepatan tinggi sudah atau segera akan bisa diakses oleh hampir keseluruhan pemegang handphone tersebut.

Inilah dasarnya sehingga aplikasi pembayaran berbasis Dinar yang kami kembangkan ini berorientasi pada akses internet 3G, GPRS dlsb. yang sudah luas disediakan oleh seluruh operator Cellular . Meskipun orientasinya menggunakan Cellular, tentu Anda juga dapat mengakses seluruh fasilitas M-Dinar ini dari PC atau Notebook Anda.

Sebagai alat bayar, apalagi orientasi kita global – maka system pembayaran ini haruslah sangat aman. Untuk ini kami gunakan proteksi berlapis mulai dari enkripsi data di https, user id, password, rekonfirmasi via email sebelum transaksi di eksekusi – dan tentu yang tidak dimiliki oleh system pembayaran berbasis uang kertas adalah backup fisik emas yang harus ada di setiap transaksi.

Fisik emas dari setiap pemilik account M-Dinar disimpan oleh Sharf atau Trusted Third Party (TTP) seperti GeraiDinar dan mitra-mitranya kelak di dalam maupun luar negeri. Ketika pemilik account akan mengeluarkan emasnya dari M-Dinar system, verifikasi berikutnya dilakukan di Sharf atau TTP tersebut – sehingga hanya oleh yang benar-benar yang berhak Dinar bisa dikeluarkan dari system.

Hal ini akan menambah pengaman berikutnya, karena seandainya hacker berhasil membobol account sekalipun – dia tidak akan memperoleh apa-apa karena tidak akan mudah bagi dia untuk lolos juga dengan mengambil Dinarnya secara fisik.

Berikut adalah contoh-contoh penggunaan M-Dinar yang segera dapat dinikmati oleh masyarakat.

1). Dalam membahas likwiditas Dinar di tulisan saya 5 Juni 2008, saya jelaskan bahwa terbaik menjual kembali Dinar Anda ke sesama anggota. Melalui M-Dinar inilah nanti Anda dapat saling berjual beli Dinar Anda dengan pengguna lain yang akan kita fasilitasi dalam menu khusus di M- Dinar. Lebih detil akan kita jelaskan SOP-nya setelah siap dalam beberapa pekan kedepan.

2) Jual beli Dinar dengan Sharf (tempat penukaran uang kertas ke Dinar seperti GeraiDinar )Anda akan menjadi jauh lebih mudah karena Dinar tidak harus dibawa-bawa secara fisik kecuali Anda memang menghendaki fisiknya diserahkan.

3)Organisasi-organisasi seperti koperasi yang sudah lazim jual beli ke sesama anggota, sekarang dapat menggunakan account Dinar ini sebagai media transaksinya. Kalau Ada pembaca yang berminat mengorganisir koperasi syariah berbasis Dinar ini – insyaallah kita tertarik untuk terlibat di dalamnya.

4) Transaksi-transaksi berbasis Dinar Emas antar consumers (C to C), antara entity Business kto Consumers (B to C), maupun Business to Business (B to B) – semuanya sekarang secara praktis sudah dapat dilakukan dengan M-Dinar ini.

Dengan hadirnya M-Dinar ini, komplit sudah tiga fungsi uang diperankan oleh Dinar. Silahkan masyarakat yang tertarik untuk mulai mencoba menggunakannya.

Tidak ada gading yang tak retak; sehebat apapun system buatan manusia tentu ada kelemahannya juga. Namun inilah upaya yang dapat kita lakukan sampai saat ini – semoga Allah selalu membimbing dan melindungi kita kedepan.

Last Updated on Monday, 12 January 2009 18:48

Kembali ke atas



C. Pembiayaan Kesehatan : Bagaimana Kita Akan Membayar Biaya Kesehatan Kita Ketika Beranjak Tua…?
Written by Muhaimin Iqbal
Wednesday, 24 December 2008 06:54
Health

Ketika ibu saya tiga tahun sakit di Jakarta, beliau memiliki 11 orang anak yang bisa bergantian merawat sekaligus membiayai seluruh biaya kesehatan dan rumah sakitnya.

Mayoritas kita yang lahir belakangan mungkin tidak seberuntung ibu saya dengan sebelas anak, rata-rata kita punya dua tiga anak dan sedikit yang lebih dari itu. Meskipun anak-anak kita insyaallah menjadi anak-anak yang sholeh/sholehah yang ingin berbakti pada orang tuanya, tentu kita juga tidak ingin membebani mereka ketika kita beranjak tua.

Lantas bagaimana kita akan membayar biaya kesehatan kita saat itu ?, padahal biaya kesehatan kita justru meningkat sangat tajam ketika usia kita memasuki usia pensiun.

Perusahaan-perusahaan besar tempat kita berpuluh tahun bekerjapun akan berlepas diri dari membiayai kesehatan para pensiunannya, kalau toh mereka masih kontribusi biasanya sangat minim kontribusinya.

Dari kawan-kawan aktuaris saya, saya tahu banyak sekali perusahaan besar/BUMN yang saat ini tengah berjuang mengatasi liability mereka terhadap biaya kesehatan para pensiunannya.

Selain kita bisa menabung dalam Dinar yang nilainya terjaga dan akan sangat berguna pada saat kita memasuki usia pensiun kelak, tentu kita juga dapat membeli asuransi kesehatan syariah yang banyak ditawarkan di pasar.

Namun masih ada beberapa masalah di asuransi kesehatan ini sehingga penetrasinya ke masyarakat belum terlalu besar. Masalah-masalah tersebut antara lain adalah premi yang dirasa terlalu mahal terutama untuk usia pensiun, ribetnya prosedur klaim dan jaringan pelayanannya yang lebih sering terbatas. Mudah-mudahan mereka dapat memperbaiki diri sehingga kedepan dapat menjadi opsi yang menarik bagi masyarakat.

Sebenarnya ada cara lain diluar skema asuransi yang dapat pula dipakai untuk mengelola biaya kesehatan secara efektif, yaitu apa yang disebut Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM).

jpkm

Intinya JPKM ini terdiri dari empat pelaku yaitu Peserta, Badan Pelaksana (BAPEL), Badan Pembina (BAPIM) dan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK).

Peserta idealnya adalah kelompok besar anggota masyarakat agar memenuhi apa yang disebut Law of Large Numbers sehingga penyebaran biaya bisa lebih luas dan pola risiko bisa lebih manageable.

Kelompok pengajian yang sudah besar jamaahnya seperti jamaahnya Ust Arifin Ilham, atau Alumni ESQ misalnya sangat cocok untuk membentuk JPKM ini. Pertama karena jumlahnya yang besar dan kedua sudah adanya ikatan tertentu dari jamaah tersebut.

BAPEL JPKM dapat berupa koperasi, perseroan terbatas, BUMN, BUMD bahkan dapat pula berupa yayasan. Intinya mereka harus mengantongi ijin JPKM dari Menteri Kesehatan RI.

BAPEL ini dituntut kemampuan yang sangat mumpuni baik dalam hal pengelolaan kesehatannya sendiri maupun pengelolaan keuangannya. Karena yang mereka kelola risiko dan dalam waktu yang panjang, mereka harus memiliki keahlian dibidang aktuaria, pengelolaan cadangan dan bahkan mereka juga harus bisa secara efektif melakukan risk sharing dengan BAPEL lainnya – dalam bahasa asuransi disebut reasuransi/retakaful.

Bukan hanya memahami risiko kesehatan, BAPEL idealnya juga harus paham betul mengenai risiko finansial. Uang kertas yang mereka kelola turun daya belinya dari waktu-kewaktu, sedangkan biaya kesehatan terus naik karena inflasi, usia dan faktor memburuknya lingkungan sehingga banyak penyakit baru bermunculan.

Dalam pengelolaan risiko finansial inilah keberadaan Dinar dapat sangat membantu menstabilkan daya beli iuran anggota dalam jangka panjang.

JPKM yang tidak memiliki kemampuan pengelolaan risiko yang baik dengan keahlian-keahlian yang saya sebutkan diatas, besar kemungkinan tidak berusia panjang dan akan dapat merugikan anggotanya.

BAPIM adalah unsur pemerintah yang tugasnya mengembangkan, membina dan mendorong penyelenggaraan JPKM. Karena tugas mereka yang seperti ini, seharusnya upaya masyarakat untuk mendirikan JPKM harus difasilitasi. Ijin-ijinnya dipermudah sehingga tumbuh subur JPKM-JPKM yang professional dan bertanggung jawab.

PPK terdiri dari jaringan rumah sakit, puskesmas, klinik, praktek dokter, bidan dan berbagai layanan kesehatan lainnya.

Kalau kita dapat menggabungkan unsur-unsur pengelolaan kesehatan melalui JPKM yang dibina oleh DepKes, asuransi kesehatan yang dibina oleh DepKeu dan pengelolaan keuangannya berbasis Dinar – maka insyaallah biaya kesehatan hari tua kita bisa kita rencanakan dan kelola dari mulai sekarang.

Last Updated on Thursday, 05 February 2009 11:56

Kembali ke atas



D. Pembiayaan Perumahan : Dinar Untuk Solusi Komersial, Siapa Takut…?
Written by Muhaimin Iqbal
Friday, 19 December 2008 10:55

loan-idr

Pekan ini GeraiDinar.Com akan genap satu tahun dalam penayangan, lebih dari 240 artikel telah saya tulis mulai dari tampilan awal di geraidinar.blogspot.com; geraidinar.com/old.php (versi blog) dan pada penampilan terakhir di geraidinar.com.

Selama ini artikel-artikel yang saya tulis baru sebatas teori dasar tentang Dinar, lingkungan finansial dimana kita berada dan sedikit aplikasinya pada kebutuhan individu.

Menginjak usianya yang kedua, insyaallah saya akan mulai merespon tantangan dunia komersial dan industri untuk memberi jawaban atas problem-problem finansial yang mereka hadapi.

Untuk yang pertama ini, solusi Dinar saya tawarkan untuk dunia perbankan (khususnya bank syariah) dan real estate.

Case study-nya adalah sebagai berikut :

Selama ini salah satu problem terbesar kaum pekerja adalah perumahan. Mereka kesulitan membeli rumah secara tunai, sementara menabung (dalam Rupiah) bukan solusi yang cerdas untuk dapat membeli rumah karena bagi hasil tabungan rata-rata kurang lebih hanya separuh dari tingkat inflasi harga rumah.

Solusi yang agak membantu adalah melalui program cicilan, yang dalam perbankan syariah umumnya menggunakan skema Murabahah atau jual beli dengan margin keuntungan yang disepakati antara bank dan nasabahnya.

Masalahnya adalah kalau asumsinya Anda ingin mencicil rumah seharga Rp 200 juta selama 10 tahun misalnya, berapa margin keuntungan yang akan Anda sepakati dengan bank Anda ?.

Kemungkinan yang terjadi bank akan menghitung margin keuntungannya ‘setara bunga efektif ’ perbankan konvensional pada pasaran yang berlaku. Kalau di pasaran konvensional bunga bank 18% per tahun; maka margin keuntungan bank syariah tidak jauh-jauh dari 18% per tahun ini.

Dengan tingkat margin keuntungan ‘setara bunga efektif’ 18%/tahun , maka untuk pembelian rumah Rp 200 juta per tahun Anda akan mencicil sebesar Rp 3,600,000/bulan. Total yang akan Anda bayar dalam 10 tahun adalah Rp 432 juta.

Jadi margin keuntungan bank syariah secara total dalam sepuluh tahun adalah Rp 432 juta – Rp 200 juta = Rp 232 juta atau 116%. !!!.

Untung besarkah perbankan yang 'menjual' rumah ke Anda dengan margin keuntungan 116% dalam 10 tahun tersebut ?. Tidak juga, sebenarnya mereka malah merugi, meskipun dalam timbangan Rupiah seolah mereka untung – tetapi dalam daya beli riil mereka merugi.

Inilah dampak penggunaan uang atau ‘timbangan’ yang tidak adil itu, Anda sudah merasa di cekik dengan margin bank yang tinggi – tetapi yang mencekik Anda juga rugi.

Coba perhatikan grafik diatas apabila kasus tersebut disandingkan dengan timbangan yang adil sepanjang masa yaitu Dinar. Untuk ini simulasi dari akumulasi pembayaran Anda ke bank saya sandingkan dengan data harga Dinar riil 10 tahun terakhir sejak tahun 1999.

Asumsinya Anda 'membeli' rumah dari bank Rp 200 juta pada tahun 1999; maka dengan kurs Dinar saat itu Rp 305,000/Dinar 'pembelian' Anda tersebut setara dengan 655 Dinar.

Setelah Anda selesai mencicilnya genap 10 tahun sampai tahun ini, maka total pembayaran Anda Rp 432 juta. Karena tahun ini nilai tukar Dinar telah menjadi Rp 1,288,000/Dinar ; maka akumulasi pembayaran Anda sebesar Rp 432 juta tersebut hanyalah setara dengan 335 Dinar saja. Sejatinya bank bukannya untung malah merugi 320 Dinar atau Rugi 49% untuk Rumah Anda !.

Itulah antara lain sebabnya dari waktu-kewaktu perbankan global mengalami kesulitan, karena operasi mereka dengan ‘timbangan’ uang kertas yang tidak menguntungkan siapapun apabila digunakan untuk muamalah jangka panjang.

loan-igd

Nah bagaimana kalau seandainya transaksi jual-beli Murabahah dibuat dalam Dinar dan dibayar dalam Dinar ? Perhatikan grafik disamping.

'Pembelian' Anda tahun 1999 yang Rp 200 juta adalah setara 655 Dinar. Anda bisa sepakati dengan margin keuntungan yang tidak berlebihan bagi bank, misalnya 19% dalam 10 tahun ! ( iya betul 10 tahun !) – maka Anda akan membayar ke bank Anda secara total menjadi 780 Dinar dalam 10 tahun atau 6.5 Dinar per bulan.

Lihat bedanya antara grafik 1 dan ke 2. Pada grafik pertama Anda ‘merasa’ dicekik tetapi bank masih rugi; di grafik kedua Anda merasa ringan membayarnya dan bank benar-benar mendapatkan keuntungan riilnya.

Bagaimana Anda merasa ringan membayar dalam Dinar ?. Karena pada awal –awal tahun cicilan 6.5 Dinar tersebut hanya setara Rp 1,985,000 / bulan. Sedangkan apabila 'pembelian' dalam Rupiah cicilan Anda tahun pertama tersebut Rp 3,600,000,-/bulan.

Pada akhir-akhir tahun pinjaman cicilan Anda dalam Dinar akan lebih besar dibandingkan dalam Rupiah, untuk tahun ini misalnya 6.5 Dinar Anda setara dengan Rp 8,372,000,- sedangkan cicilan Anda dalam Rupiah tetap Rp 3,600,000,-/bulan.

Beratkah ini ? kemungkinan besar tidak !.

Untuk bisa mencicil Rp 3,600,000/ bulan tahun 1999 Anda perlu memiliki penghasilan minimal Rp 10,800,000,-. Dalam 10 tahun kemudian kemungkinan besar penghasilan Anda sudah diatas Rp 25 juta, jadi kemungkinan yang terjadi naiknya cicilan (karena kurs Dinar yang naik) sejalan dengan kenaikan pendapatan Anda sehingga Anda tidak merasa berat.

Nilai jual lain dari solusi Dinar ini adalah akan semakin banyak orang lebih cepat mendapatkan rumahnya !, kok bisa ?.

Lihat perbandingan cicilan diatas. Dalam Dinar, cicilan lebih murah di awal tahun pembayaran. 6.5 Dinar hanya setara Rp 1,985,000. Artinya orang dengan penghasilan sekitar Rp 6 juta/bulan saat itu sudah dapat 'membeli' rumah Rp 200 juta. Padahal dengan transaksi dalam Rupiah dibutuhkan penghasilan Rp 10,800,000/bulan minimal.

Jadi ‘timbangan’ yang adil baik untuk siapa saja; maka sudah seharusnyalah kita berlomba mengambil solusi berbasis Dinar yang nyata-nyata lebih adil ini.

Rekan-rekan developer dan perbankan syariah; think about it seriously…karena bisa jadi ini kesempatan terbaik bagi Anda untuk mendapatkan solusi unggul di tengah krisis. Kalau tidak Anda manfaatkan solusi unggul ini bisa jadi pula pesaing Anda yang memanfaatkan lebih dahulu. Wallahu A'lam.

Last Updated on Thursday, 30 April 2009 07:24

Kembali ke atas

Tanya Jawab

Tanya :
Apakah Dinar itu ?

Jawab :
Yang dimaksud Dinar adalah Dinar Islam atau juga disebut Islamic Gold Dinar (IGD). Terbuat dari emas 22 karat seberat 4.25 gram.



Tanya :
Bagaimana mengetahui suatu keaslian Dinar ?

Jawab :
Keaslian Dinar ditentukan oleh kadar emasnya (22 karat) dan beratnya (4.25 gram). Design atau tulisan bisa saja berbeda. Untuk memudahkan masyarakat Indonesia memperoleh Dinar asli, Gerai Dinar hanya merekomendasikan Dinar yang diproduksi oleh Logam Mulia (PT. Aneka tambang, Tbk).



Tanya :
Apakah Dinar ini dipakai sebagai mata uang oleh salah satu negara di dunia saat ini ?

Jawab :
Saat ini tidak ada negara di dunia yang benar benar menggunakan mata uang Dinar Islam, tetapi sepanjang sejarah Islam sejak zaman Rasulullah s.a.w. sampai saat keruntuhan Kekhalifahan Usmaniah Turki, Dinar Islam inilah yang digunakan sebagai mata uang.



Tanya :
Saat ini banyak beredar investasi Dinar Irak, apakah ini sama dengan Dinar Islam ?

Jawab :
Dinar Irak sama sekali berbeda dengan Dinar Islam yang kita sediakan. Dinar Iraq adalah uang kertas biasa (uang fiat) yang diberi nama Dinar dan tidak memiliki nilai intrinsik.



Tanya :
Bagaimana menghitung harga Dinar saat ini ?

Jawab :
Karena terbuat dari emas, maka harga Dinar mengikuti harga emas dunia. Karena harga emas dunia dalam US$, Euro dlsb. Sedangkan nilai Rupiah juga bergerak relatif terhadap mata uang negara-negara lain tersebut , maka harga Dinar juga dipengaruhi harga Rupiah.



Tanya :
Kalau harga terus berubah, terus harga yang mana yang kita pakai pada saat jualan Dinar ?

Jawab :
Untuk memudahkan para mitra bertransaksi, Gerai Dinar hanya akan mengupdate harga Dinar dua kali sehari yaitu pagi sebelum jam 7.00 WIB dan siang sebelum jam 13.00 WIB. Apabila sampai jam tersebut harga Dinar tidak di update maka harga yang berlaku adalah harga sebelumnya.



Tanya :
Apakah harga Dinar akan terus naik ?

Jawab :
Harga Dinar berfluktusai mengikuti harga emas dunia. Apabila ditarik dalam jangka panjang, jelas harga emas terus mengalami kenaikan yang significant yaitu dari US$ 35 /troy ounce 40 tahun lalu menjadi US$ 800-an saat ini. Meskipun demikian penting sekali untuk disadari oleh para pengguna Dinar bahwa yang naik/turun secara significant sesungguhnya bukanlah Dinar atau emas itu sendiri melainkan mata uang kertas yang digunakan sebagai pembandingnya. Sebagai contoh tahun 1980 harga emas sudah pernah mencapai US$ 600-an / troy ounce karena saat itu US$ lagi lemah (peristiwa penyanderaan WN Amerika di Teheran). Selama dua puluh tahun kemudian emas berfluktuasi antara US$ 250 – US$ 400 sebelum akhirnya sejak tahun 2000 sampai awal Maret 2008 emas terus naik mencapai diatas US$ 975/ troy ounce.



Tanya :
Apakah saya akan mengalami kerugian apabila ternyata harga emas akan turun selama bertahun-tahun seperti yang terjadi antara tahun 1980-2000 ?

Jawab :
Sekali lagi karena yang naik turun adalah alat ukur pembandingnya yang memang tidak bisa diandalkan (uang kertas), maka untung atau rugi terhadap nilai mata uang tertentu baik US$ maupun Rupiah tidak perlu menjadi ukuran satu-satunya atas keberhasilan atau kegagalan investasi Dinar kita. Menggunakan Dinar adalah proses hijrah dari penggunan alat ukur muamalat yang tidak adil (uang kertas) ke alat ukur yang adil (Dinar/Emas). Dinar atau emas terbukti memiliki daya beli yang stabil selama lebih dari 1400 tahun (hadits tentang harga kambing) dan di dunia modern juga terbukti memiliki daya beli terhadap minyak mentah yang stabil sejak perang Dunia II.



Tanya :
Apabila pada saat transaksi Dinar belum ada, apakah boleh memesan dahulu ?

Jawab :
Karena kebutuhan Dinar di masyarakat saat ini lebih tinggi dari tingkat produksi Dinar di logam mulia, maka sering tidak terhindarkan Dinar harus dipesan dahulu ke Antam terutama apabila permintaannya dalam jumlah besar. Apabila ini dilakukan maka harga disepakati di depan - dan transaksi mengikuti aturan jual beli pesanan atau 'istisna' - penyerahan setelah Dinar diperoleh dari Logam Mulia.



Tanya :
Apakah Gerai Dinar menjamin pembelian kembali Dinar yang sudah dibeli masyarakat ?

Jawab :
Gerai Dinar hanya membantu masyarakat yang saling membutuhkan untuk menjual atau juga membeli Dinar. Sifatnya tentu bukan jaminan tetapi kemudahan dan prioritas yang diberikan kepada para nasabahnya untuk menjual kembali Dinarnya di seluruh jaringan keagenan yang ada. Dinar Hidayah beroperasi seperti toko emas yang menjual emas perhiasan; meskipun tidak perlu memberikan jaminan pembelian kembali - insyaallah kalau nasabah ingin menjual akan dibeli atau disalurkan ke pembeli lain.

Karena barang yang dibeli emas, Dinar insyaallah selalu bisa diperjual belikan antar sesama pengguna Dinar , dijual ke logam mulia dan bisa juga dijual ke toko emas.



Tanya :
Dimana saya menyimpan Dinar saya setelah saya beli ?

Jawab :
Dinar dapat disimpan di rumah sebagaimana kita menyimpan perhiasan, namun dianjurkan terutama apabila jumlahnya banyak untuk disimpan yang lebih aman di safe deposit box yang disediakan oleh perbankan. Safe deposit box ini cukup murah mulai dari Rp 200-an/tahun. Dan memiliki safe deposit box bukan hanya untuk menyimpan Dinar tetapi juga dapat dipakai untuk menyimpan dokumen-dokumen penting lainnya.

Ada juga cara lain untuk menyimpan Dinar dan sekaligus memproduktifkannya melalui cara Dinar di Qirad-kan atau dimudharabahkan. Dengan cara ini maka penitipan Dinar tidak dikenakan biaya tetapi malah memberikan bagi hasil. Bedanya hanya Dinar tidak bisa diambil setiap saat, diperlukan waktu minimal 1 bulan pemberitahuan didepan apabila Dinar yang di Qirad-kan akan diambil/dicairkan. Lebih jauh bisa lihat artikel yang terkait masalah ini.



Tanya :
Berapa banyak saya perlu membeli Dinar ?

Jawab :
Kalau sifatnya hanya untuk simpanan sangat dianjurkan untuk menyimpan Dinar secukupnya saja, yaitu cukup untuk mengantisipasi masa pensiun, antisipasi menghadapi berbagai musibah, antisipasi kebutuhan keluarga seperti sekolah anak dan antsisipasi untuk warisan secukupnya agar tidak meninggalkan keturunan yang lemah. Menyimpan emas (atau harta dalam bentuk apapun termasuk uang kertas) diluar untuk kebutuhan ini dapat tergolong menimbun yang sangat dilarang agama.

Untuk Dinar yang diputar sebagai alat usaha tidak ada batasannya sejauh hak-hak Allah dan manusia lain (zakat dlsb) ditunaikan.



Tanya :
Apakah saya wajib zakat atas Dinar yang saya tabung ?

Jawab :
Ya tentu, sama seperti perhiasan, uang kertas Anda dan harta-harta lainnya, semua terkena wajib zakat apabila telah mencapai nisabnya (20 Dinar) dan melewati satu tahun. Zakatnya adalah 2.5% apabila di hitung dalam tahun Qomariah dan 2.58% apabila dihitung dalam tahun Syamsiah .



Tanya :
Dinar cukup untuk memenuhi kebutuhan investasi saya tetapi bagaimana dengan kebutuhan saya untuk perlindungan terhadap risiko ?

Jawab :
Hanya kepada Allah kita semua berlindung, namun sebagai medan ikhtiar kita harus juga mengantisipasi risiko-risiko seperti kecelakaan, kematian dlsb. Untuk ini kita tetap bisa membeli produk-produk asuransi syariah, khususnya untuk proteksi risiko. Asuransi yang hanya untuk proteksi risiko ini ada di pasaran antara lain dengan nama Personal Accident dan Term Life ; preminya jauh lebih murah dibandingkan dengan asuransi jiwa yang mengandung unsur saving atau investasi.



Tanya :
Dimana saya bisa peroleh Dinar ?

Jawab :
Dinar bisa diperoleh melalui Dinar Hidayah (mitra Gerai Dinar).



Tanya :
Bagaimana perhitungan harga jual dan harga beli Dinar ?

Jawab :
Harga jual Dinar mengikuti harga emas internasional, ditambah biaya cetak, pajak, biaya operasi dan margin untuk para mitra. Dari keseluruhan biaya ini, dijaga agar harga Dinar tidak lebih tinggi dari 5% diatas biaya perolehannya (harga emas dan ongkos cetak & transportasi/security). Dari5% tersebut 2% dicadangkan untuk pajak netto, 1% untuk shahibul mal, 1% untuk penjual dan 1% untuk support dari Gerai Dinar (administrasi, pengelolaan dan layanan).



Tanya :
Lalu kalau saya menjual kembali Dinar saya, dengan harga berapa mau membeli ?

Jawab:
Harga beli kembali kami apabila nasabah mau menjual Dinarnya ke kami adalah 4% dibawah harga kami menjual. dari 4 % ini, 2 % adalah unsur alokasi pajak, dan 2 % adalah margin penjualan Dinar Hidayah.



Tanya :
Apakah untuk dapat membeli Dinar harus menjadi anggota DinarClub ?

Jawab:
Tidak, tidak harus. Semua orang boleh membeli Dinar di Dinar Hidayah. Hanya saja mendaftar sebagai anggota Dinarclub tidak ada ruginya karena club ini tidak memungut biaya apapun. Dengan menjadi anggota DinarClub informasi harga Dinar dapat diperoleh melalui sms services setiap saat diperlukan. Tolong menolong sesama anggota Club juga dimungkinkan untuk saling berjual beli Dinarnya maupun produk-produk lain yang nantinya bisa ditawarkan oleh sesama anggota.



Tanya :
Bagaimana cara mendaftar untuk menjadi anggota DinarClub ?

Jawab:
Pendaftaran anggota DinarClub cukup melalui sms ke nomor-nomor berikut: 0856 93 010101, 0813 88 010101 atau 0815 84 010101 dengan pesan : reg#nama#alamat#kota#profesi#nomor referensi. Nomor referensi adalah nomor Id yang memberikan referensi (pada umumnya sama dengan nomor hp dari member yang memberikan referensi. Apabila referensi Anda adalah situs ini maka nomor referensi bisa diisi 01). Setelah terdaftar anggota biasa data mengakses informasi Dinar dengan pesan CEK DINAR.



Tanya :
Kalau saya tidak berhasil menghubungi nomor-nomor tersebut bagaimana ?

Jawab:
Kecil kemungkinan tiga nomor dari tiga server teresebut down pada waktu yang bersamaan, meskipun demikian apabila ini terjadi - informasi harga Dinar Insyaallah tetap bisa di cek secara manual ke nomor 021 93 300 300 atau melalui informasi harga Dinar/Dirham di situs ini.

Atau dapat menghubungi Dinar Hidayah (Wakil Gerai Dinar)
Telp : 021-30260289
ID Yahoo Messenger : griyasantun